Postingan

Menampilkan postingan dengan label Goresan Mahasiswa

Pohon Ajaib

Pohon Ajaib Oleh : Yuly Ulan Dari Literacy is the use of socially-, and historically-, and culturally- situated practices of creating and interpreting meaning through texts. It entails at least a tacit awareness of the relationships between textual conventions and their context of use and, ideally, the ability to reflect critically on those relationships. Because it is purpose-sensitive, literacy is dynamic – not static – and variable across and within discourse communities and cultures. It draws on a wide range of cognitive abilities, on knowledge of written and spoken language, on knowledge of genres, and on cultural knowledge. - Kern (2000)               Literasi, satu kata yang tak pernah lepas dari dunia pendidikan yang diartikan tak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi memang tidak bisa dilepaskan dari bahasa. Seseorang dikatakan memiliki kemampuan literasi apabila ia telah memperoleh ...

Hadiah Terbaik Untuk Orang Tua

Hadiah Terbaik Untuk Orang T ua Oleh :   R. Siti Nurlela Menjadi anak yang sholeh dan sholehah itu tidak semudah membalikkan kedua telapak tangan, banyak sekali hal yang harus kita lakukan. Menjadi penghafal Al-Qur'an ialah salah satu cara untuk menjadi anak yang sholeh atau sholehah bagi kedua orang tua. Pada acara Tajahud Murajah yang diselenggarakan oleh Indonesia Murajaah di Masjid An Nahl Serpong pada tanggal 17-18 Februari 2018, yang menghadirkan narasumber yang luar biasa, Muzammil Hasballah ialah hafizh muda dan Quran Reciter, Ustadz Salim Ghazali ialah juara 3 MHQ 30 juz Internasional di Iran tahun 2010, juara 1 MHQ Internasional 20 juz di Mesir, juara 1 MHQ 30 juz ASEAN Pasific 2011, dan Ustadz Deden yang dimoderatori oleh Ustadz Jajang Hasanuddin ialah hafizh muda, juara 1 MHQ Internasional cabang 30 juz di Jakarta tahun 2013. Acara ini merupakan salah satu kegiatan yang dimiliki oleh Indonesia Murajaah yang dipimpin oleh Ustadz Deden. Acara ini telah rutin dis...

Tantangan Menanggulangi Liberalisme dan Ekstrimisme

Gambar
Tantangan Menanggulangi Liberalisme dan Ekstrimisme Oleh : Ridwan Arifin Shoheh Pukul 04.03 WIB, 15 Februari 2018 “Bukan sekedar paham yang menginginkan perubahan dalam sistem politik dan sosial dengan cara yang ekstrem dan menggunakan kekerasan. Radikalisme lebih dari itu adalah paham yang secara stratejik mengingingkan/bertujuan melakukan   perubahan   atau membalikan seluruh sistem sosial politik secara mendasar sampai ke akar-akarnya. Pada umumnya dengan cara kekerasan tetapi bisa juga dengan cara tanpa kekerasan. Bisa cepat, bisa bertahap, dan memakan waktu, tersistematisir serta terorganisasi dengan baik” , paparan makna radikalisme oleh Dr. F. Iriani Sophiaan M.Si ( BARA UI - Forum Bela Negara Alumni Universitas Indonesia). Menjadikan suatu tantangan bagi bangsa maraknya kaum fundamentalis sebagai aliran, paham, dan agama yang berupaya untuk kembali kepada kemurnian pemahaman sebagai asas dan dasar yang harus diyakini. Beranggapan bahwa kelompoknya-lah y...

ADA APA DENGAN VALENTINE?

ADA APA DENGAN VALENTINE? Oleh : Irma Khairunisa             Dari zaman ke zaman, kita selalu mendengar ucapan “Selamat hari Valentine” atau “Happy Valentine’s Day”. Yang notabene mereka ucapkan untuk merayakan hari kasih sayang yang jatuh setiap tanggal 14 Februari. Bagi masyarakat Indonesia sendiri, hal ini sangat lumrah dirayakan apalagi di kalangan remaja. Bahkan banyak tayangan-tayangan televisi yang sangat memviralkan Hari Valentine ini. Padahal jika kita ingin berpikir logis, kasih sayang kepada setiap insan tak hanya perlu di tanggal tertentu dan memberikan sesuatu untuk melambangkan bukti kasih sayangnya. Lalu apa yang membuat mereka begitu terhanyut dengan ucapan dan tradisi tersebut?. Salah satunya adalah minimnya pengetahuan sejarah dan mengikuti tren yang lebih condong ke barat-baratan tanpa tahu cikal bakalnya. Mereka begitu fasik dan tidak menyaring kembali apa yang telah mereka terima. Padahal, Rasulullah. Sa...

Valentine: Bukan Cinta Sebenarnya

Valentine: Bukan Cinta Sebenarnya Oleh : Khairun Niswah Hai agan-agan dan sista-sista. Zaman now siapa yang ga tahu hari Valentine ye, kan? Hari dimana St. Valentine dihukum gantung karena katanya memperjuangkan cinta, hari dimana nama cewek-cewek Romawi dimasukkin ke dalem kotak, terus cowok-cowok bakal ambil namanya secara acak. Nanti yang namanya keambil, bakal jadi pasangan si cowok selama setahun. Hari dimana 54,9% cewek berbondong-bondong bongkar toko online buat cari cokelat atau hadiah buat pacarnya . Hari dimana penjualan kondom meningkat sampai 25% karena menyeimbangi 51% orang yang hendak melakukan seks pada hari valentine. Iya. Valentine yang itu. Valentine yang katanya hari kasih sayang dilatari sama tragedi kematian orang, dirayakan dengan kegiatan yang menghinakan cewek Romawi. Valentain yang katanya romantis buat para cewek ternyata bikin cewek-cewek itu sendiri jadi murah, karena mau-maunya beliin hadiah valentine buat cowoknya dari jauh-jauh hari. Padahal...

Cinta-Nya Mengalahkan Valentine

Cinta-Nya Mengalahkan Valentine Oleh : Nur Rizka Aeniyati Manusia mudah terlena Akan apa yang ia perbuat Miris, mereka sering tak sadar Budaya barat tengah merajainya Katanya, itu hanya budaya Katanya, itu hanya ungkapan rasa Katanya, tak ada kaitannya dengan agama Sungguh itu dapat membuat jauh dari-Nya Masih tak percaya ? Lihatlah, ayat ayat cinta dari -Nya Apa masih ingin berbuat semaunya ? Budaya barat terus marak disanjungnya Bahkan, mereka amat bangga Memiliki 'kekasih' yang ia cinta Sungguh, ia benar telah terlupa Karena dibutakan cinta yang fana Apa mereka tak ingin sadar ? Mungkin saja Allah tengah murka Mereka telah menduakan cinta-Nya Sebab, dibutakan cinta pada makhluknya Sadarlah wahai manusia Kalian tengah dipermainkan masa Jangan sampai dibuat terlena Untuk terus meraih ridho-Nya

Valentine Bukan Kasih Sayang

Valentine Bukan Kasih Sayang Oleh: Nurkhalifah Tri Septiyani Valentine adalah suatu peringatan kasih sayang yang jatuh di satu hari bertanggalkan 14 Februari. Seperti yang sudah kita ketahui dari banyak artikel atau tulisan lainnya, di mana sejarah dari Valentine berasal dari ritual kuno kaum Romawi. Adalah ritual kufur yang memuja seks dan dewa kesuburan. Hal ini jelas berbelokan dengan ajaran Islam dan wajar bila Islam mengharamkannya. "Barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka." (H.R Abu Dawud, hasan). "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (Q.S Al-Baqoroh:120). Meski sudah jelas keharamannya, namun masih banyak orang Islam yang dengan...

Valentine lagi…Valentine lagi…!

Valentine lagi…Valentine lagi…! Oleh: Shoheh Al-Bakasi Valentine’s Day , sudah tak asing lagi terdengar di telinga para kaum muda Zaman Now . Tradisi di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. “14 Februari, menjadi momentum terindah mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayang melalui setangkai mawar dan sekotak coklat”, ucap kaum muda milenial. Sebagai pelengkap nuansa romantis, alat kontrasepsi biasa digunakan sebagai pelampiasan puncak luapan cinta dan sayang. Hal ini tentunya menjadi lumrah tahunan yang kerap dilakukan oleh para kaum muda. Sejarah Valentine, dalam sebuah artikel dijelaskan, versi Valentine’s Day itu beragam. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pen-suci-an di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua ha...

Perbandingan Budaya Barat dan Valentine

Yakin gamau Ngerayain Valentine? Perbandingan Budaya Barat dan Valentine Oleh: Annisa Ramadhani Paham-paham kebudayaan barat memainkan peranan penting dalam masyarakat, khususnya paham-paham perubahan dan kemajuan, yang kini menyeludup ke dalam perbendaharaan fikiran dan renungan masyarakat kita. ( Syed Muhammad Naquib al-attas, Risalah Untuk Kaum Muslimin, hal 22).   Program westernisasi dunia bukan sekedar tuduhan orang-orang anti barat. Program ini semakin jelas terjadi dengan polemik perubahan kebudayaan setempat yang sudah mulai pudar bahkan hilang. Barat adalah alam pikiran pandangan hidup, sama hal nya dengan islam, kristen, hindu yang juga merupakan pandangan hidup (worldview). Meski memiliki kesamaan masing-masing memiliki karkater dan elemennya sendiri-sendiri. Jika umat islam ingin maju seperti Barat maka ia akan menjadi seperti barat dan bukan seperti islam. Begitupun ketika umat kristen ingin maju seperti barat maka ia bukan lagi kristen tetapi barat. Polem...

Catatan Dunia Pendidikan: Kasus Kematian Pak Budi

Catatan Dunia Pendidikan: Kasus Kematian Pak Budi Oleh: Linda Dwiyanti Kamis (1/2) dunia pendidikan Indonesia kembali dikejutkan dengan kasus kekerasan yang dilakukan oleh seorang siswa terhadap gurunya. Achmad Budi Cahyanto (26) harus meregang nyawa di tangan muridnya sendiri yang berinisial HI (17) setelah mencoreng pipi sang murid dengan cat air. Guru kesenian SMAN 1 Torjun Desa Jrengik, Kec. Jrengik, Kab. Sampang Madura ini di diagnosa mengalami matinya fungsi utama otak atau Mati Batang Otak (MBA) yang disebabkan oleh pukulan yang dilakukan oleh muridnya tersebut. Kepala sekolah SMAN 1 Torjun menjelaskan kronologi kejadian tersebut diawali oleh pemukulan karena siswa merasa tidak terima atas teguran yang diberikan oleh sang guru ketika ia melakukan kesalahan dan malah semakin menjadi-jadi saat diperingatkan dengan mengganggu teman-temannya yang lain. Melihat tindakan tersebut, lantas Pak Budi mencoret pipinya dengan menggunakan cat air dan setelah itu tak lama kemudian san...

Terdiam atau Tergerak?

Gambar
Terdiam atau Tergerak? Oleh: Remy Hastian Awan gelap membuat bisu harapan para kaum terpinggir yang menikmati indahnya senja di kala ramai. Tatkala rembulan datang, tepat sekisaran bulan tegak di malam hari. Pak Endang, perwakilan warga yang menyaksikan langsung Air kiriman itu datang. Tak ada kata. Tak ada frasa. Yang ada, hanya bisu tanda tak terduga. Hari itu, merupakan sebuah bencana banjir dalam siklus 5 tahunan. Pak Aga sebagai Ketua Rukun Warga 03, yang dimana--pada saat itu bencana banjir ini merupakan yang terparah, katanya. "Parah sekali diantara bencana banjir sikuls 5 tahunan, karena memang pada biasanya kita bisa mengantisipasi air naik hingga banjir--sehingga masih ada waktu untuk menyelamatkan sebagian harta yang ada di rumah. Tapi, untuk banjir tahun ini kita tidak bisa memprediksi datangnya air. Tiba-tiba air sudah masuk ke dalam dereran rumah warga dan pergerakan air sangatlah cepat. Seperti Tsunami!." Jangan tersontak kaget, jangan tersontak menol...