Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cipta Puisi

Jangan pandang

Jangan pandang Sedikitpun Ia hanya sosok bayang Cintanya embun Sejuk memang, Namun hanya dikala pagi Belum tentu kutemuinya Dikala terik mentari Ah, sial. Aku benci jadi bodoh Aku benci jadi rindu Sendiri. Setiap hari. Menunggunya menyapa. Menunggu dan tak datang sapanya. Malu, parah. Rasa itu fatamorgana Terlalu ilusi. Terlalu khayal. Karena ku tahu Diriku cuma Tempat singgah Satu dari banyak. Yang pernah Ia kunjungi Entah kapan kembali Entah mungkin gugur atau berbunga Entah yang mana. 23 Mei 08.50 -P. F.

Ah. Hati sial.

Ah. Hati sial. Atau Kau yang sial? Atau Aku yang sial? Entah. Aku tak paham Soal bagaimana semesta membungkam Soal dunia merajam Tentang rasa di ujung senja Cerita usang di balik ruang kata Tenggelam. Gelap, rapat tertutup kenyataan. Gugur. Selesai. Sakit mungkin sampai terlalu parah Sampai tak terasa sakit. Biar. Biar cerita di ujung senja Diam dibalik coretan Tak dikenal Namun abadi. Ah, sial. -P. F.

Kesedihan Dibalik Bencana Sinabung

Kesedihan Di Balik Bencana Sinabung Karya : Cakra Surya Negara Getaran bumi yang mengguncang Membuat jalan terbelah Bangunan desa hancur berantakan Hati pun tiba-tiba terasa cemas Gunung Api Sinabung pun mengeluarkan awan panas Daun-daun berguguran Terkena awan panas Anak-anak berlarian sambil menangis Teriakan mereka yang sedang bingung Ibu... Bapak... Tidak tahu Di mana orang tua mereka saat ini Sedih hatiku Mengetahui tempat yang ku kenal indah Tempat yang ku kenal nyaman saat bersinggah Semua hancur olehnya Syukur mereka masih diberi kesabaran Atas kejadian ini Syukur mereka masih hidup Di dunia yang fana ini Kebahagiaan pun kembali ada Dalam diri anak-anak Karena mereka bertemu dengan orang tua mereka kembali Pelukan kasih sayang orang tua Yang mereka berikan kepada anaknya Membuatku bahagia Aku hanya bisa memberikan doa Ya Allah... Berikanlah mereka kesabaran Atas bencana yang Kau berikan ini Lindun...

Telaga Ilahi

Telaga Ilahi Karya : Dianada Puspita Untaian cahaya dalam balutan Tersusun merangkai kalam terpaham Jiwa yang tenggelam.. Terselamatkan Tenang... Bising pusing dunia Merapuhkanku, mengeraskan qolbu Lupa diri sebab cinta sepintas tuntas Hingga lupa untuk apa kita di atas Berpikir tentang apa, Duhai akal mulia? Menyimpan rasa kepada apa, Duhai jiwa? Mendengar apa, Wahai telinga? Berdzikirkah, Bibir yang dua? Adakah bagimu lantunan ayat suci Tuhanmu? Ataukah sesak gempita relung raga Dengan omong kosong dan dusta Yang bahkan Rabb-mu pun tak cinta Adakah bagimu mengucap firman Ta'ala Ataukah sampai lelah pun mulutmu tertawa Sebait Quran jua tak dibaca Tuhan kami, Yang Maha Penyayang kepada kami Telah nyata pertolongan-Mu Telah nyata risalah Rasul-Mu Menjelma dalam wujud abadi; Alquran Asy-syifa Maaf kami Tuhanku Maaf kami yang melayang di luar kepayang Tersesat kami melampaui ambang Maha Benar Kata-Mu Mengin...

Khodijah Sang Pelembut Hati

Khodijah Sang Pelembut Hati Karya Irma Khairunisa Redup kehidupan Seorang wanita di zaman kelam Yang ingin tersampaikan kisahnya Terlalu sendu dituliskan lewat syair rupawan Wanita setia, pujangga nan lembut Yang memiliki cinta suci Untuk manusia paling suci Entah aku iri atau terinspirasi? Halusinasi tak pernah sampai pada sebuah kenyataan Karena hanya Khodijah Wanita pertama tersinggahnya perahu kasih Yang selalu terombang ambing menyingsih Khodijah lembut sebab ia tak pernah enggan… Meyakini seluruh jiwa Iman dan dirinya rela menjadi pembuktian Terjual demi keyakinan pada agama indah sang suami Teduh, ikhlas nan indah Keteduhannya terpancar melebihi mentari Keikhlasan teramat dalam Bahwa harta dan jiwanya bukanlah persoalan Rela terhempas dan mengalir, Islam menjadi bukti Sampai ujung waktu Hanya ada satu Khodijah  Dengan kelembutan hati berkenan setia Namun, dunia mulai tersemai luas Oleh para wanita menebarka...

Bidadari Surga

Bidadari Surga Karya Yuly Ulan Dari Tatkala hari menyapa Dua Insan gundah gulana, merindukan Menimang seorang laki-laki atau perempuan Setidaknya melihat rupa Lahirlah seorang anak perempuan, Siapa? Dialah yang mendapatkan buah-buahan dari tangan tak bersentuhan Meleburkan jiwa mengabdi kepada Tuhan Walaupun ujian tengah menerpa Pada masanya, meraih derajat tinggi sebuah kesucian Diperebutkan hak asuhnya dari berbagai kalangan Sebab keturunan insan shaleh penuh pengharapan Dijanjikan Tuhan dalam sebuah firman Bidadari Surga, itulah profesimu Hai Wanita Idaman Wahai Maryam Binti Imran, idola wanita akhir zaman

Cinta Berkarat

Cinta Berkarat Oleh : Dianada Puspita Yaa Ahmadu yaa Habiby Yaa Tohaa yaa Tobiby Yaa Miski  wa Tiby Salamu ‘alaik ‘alan Nabiy Ketika asmamu dikumandangkan Getar jiwa tubuh dekil ini Ku bertanya kepada yang rimbun gelap hatiku Benarkah bagiku akan merindumu? Gusti… Nista nian bibir jahat ini Pada hadirin ku berkata, tiada cinta kecuali hanyalah untuk sang kekasih pertama, Nabi-Mu Padahal, banyak berpijak hati ini pada yang selain pertamaku Hatiku tergadai pada harta dan dunia Tapi berdo’a pun jua, rindu kan mengalirkan sanubari pada samudera Muhammad Engkau Sang Perhiasan para Nabi Engkau yang diberi mahkota kemuliaan Aku merindumu wahai Yaasiin Salahkah itu? Walau dengan cinta yang berkarat Rindu sebasah embun pada daun Rindu tangis darah orang hina dina nan busuk ini tak ada seiris dzarroh dengan kecintaanmu pada kami Pula… tulang dagingku bakal kayu bakar neraka nanti Rambut pun akan mencambuk puannya sendiri Mulut bangkai ini bahka...