Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dianada Puspita

Telaga Ilahi

Telaga Ilahi Karya : Dianada Puspita Untaian cahaya dalam balutan Tersusun merangkai kalam terpaham Jiwa yang tenggelam.. Terselamatkan Tenang... Bising pusing dunia Merapuhkanku, mengeraskan qolbu Lupa diri sebab cinta sepintas tuntas Hingga lupa untuk apa kita di atas Berpikir tentang apa, Duhai akal mulia? Menyimpan rasa kepada apa, Duhai jiwa? Mendengar apa, Wahai telinga? Berdzikirkah, Bibir yang dua? Adakah bagimu lantunan ayat suci Tuhanmu? Ataukah sesak gempita relung raga Dengan omong kosong dan dusta Yang bahkan Rabb-mu pun tak cinta Adakah bagimu mengucap firman Ta'ala Ataukah sampai lelah pun mulutmu tertawa Sebait Quran jua tak dibaca Tuhan kami, Yang Maha Penyayang kepada kami Telah nyata pertolongan-Mu Telah nyata risalah Rasul-Mu Menjelma dalam wujud abadi; Alquran Asy-syifa Maaf kami Tuhanku Maaf kami yang melayang di luar kepayang Tersesat kami melampaui ambang Maha Benar Kata-Mu Mengin...

Cinta Berkarat

Cinta Berkarat Oleh : Dianada Puspita Yaa Ahmadu yaa Habiby Yaa Tohaa yaa Tobiby Yaa Miski  wa Tiby Salamu ‘alaik ‘alan Nabiy Ketika asmamu dikumandangkan Getar jiwa tubuh dekil ini Ku bertanya kepada yang rimbun gelap hatiku Benarkah bagiku akan merindumu? Gusti… Nista nian bibir jahat ini Pada hadirin ku berkata, tiada cinta kecuali hanyalah untuk sang kekasih pertama, Nabi-Mu Padahal, banyak berpijak hati ini pada yang selain pertamaku Hatiku tergadai pada harta dan dunia Tapi berdo’a pun jua, rindu kan mengalirkan sanubari pada samudera Muhammad Engkau Sang Perhiasan para Nabi Engkau yang diberi mahkota kemuliaan Aku merindumu wahai Yaasiin Salahkah itu? Walau dengan cinta yang berkarat Rindu sebasah embun pada daun Rindu tangis darah orang hina dina nan busuk ini tak ada seiris dzarroh dengan kecintaanmu pada kami Pula… tulang dagingku bakal kayu bakar neraka nanti Rambut pun akan mencambuk puannya sendiri Mulut bangkai ini bahka...