Bukan Tuk Ditakuti Oleh : Soe ~ "Kalau aku nanti mati," tukas Kartosoewiryo di hadapan para pengikutnya seperti yang pernah dikutip oleh Sarjdono Kartosoewirjo tentang ayahnya itu, "kalian ikuti Pak Natsir." Akhir cerita tentang Sang Imam Darul Islam itu pun, seperti yang kita tahu, berakhir dengan timah panas yang menembus dadanya. Tiga belas tahun ia bergerilya, menyusuri lereng Gunung Rakutak, Cicalengka, Kabupaten Bandung. Ia kecewa dengan perjanjian Renville yang ditandatangani pada 17 Januari 1948. Salah satu butirnya menetapkan garis Van Mook sebagai batas antara Indonesia dan Belanda. Hal itu mengakibatkan Divisi Siliwangi harus mundur ke Jawa Tengah. Namun, Kartosoewiryo lebih memilih bertahan bersama pasukan Hizbullah dan Sabilillah untuk berperang melawan Belanda. Ia kecewa, merasa bahwa pemerintah meninggalkannya. Ia kemudian mengumpulkan berbagai pemimpin Islam se-Jawa Barat di Desa Pangwedusan, Cisayang, Tasikmalaya pada 10 Februari 1948. ...
Menuju 2019 : Napak T ilas K onstelasi P emerintah S ebelumnya Oleh : Abdul Hanif Al Islami Mahasiswa UNJ 2017 Tahun 2014 silam, konstelasi politik menarik perhatian publik. Dua pasangan dengan track record yang berbeda maju untuk saling menyikut tanpa mengutuk, tapi pastinya akan ada salah satu yang bertekuk lutut. Hasilnya, keberuntungan menyelimuti kubu 2 jari kala itu, riuh gemuruh menyambut bapak Jokowi merangkak naik tahta tertinggi, masyarakat menyeruak berharap dengan wajah blusukannya dapat merakyat. MEA, menjadi ajang pembuktiannya dalam mengangkat persentase ekonomi , katanya. KJP, KIS, KIP merupakan kartu sakti Jokowi yang terbukti membuat sendi-sendi pendidikan dan kesehatan semakin sakit, menolak lupa dengan tragedi Asmat. MRT, dan LRT ground breaking ternamanya tak kunjung rampung. Kasus a ir keras Novel Baswedan adalah sinyal hukum dan keadilan lenyap dari koridornya. Namun itu hanya rentetan cerita panjang kebobrokan hukum, kehancuran ekonomi, dan carut ...
Cukup Tau Karya : Salsabina Ramadhani Kesedihanku terlalu dalam, sehingga aku tak mampu berkisah Kesedihanku terlalu dalam, sehingga air mata pun tak mau tercurah Kesedihanku terlalu dalam, menatap orangpun aku tak kuasa Kesedihanku semakin dalam, kepada siapapun ku tak ingin berbagi cerita Teman baikku saja berpaling muka kepadaku Semakin dalam rasa perih Mengiris hati, menghasilkan duka Tenggelam dalam kegelisahan jiwa Lalu, Semakin dalam aku berpikir Tak ada yang mampu membendung kesedihanku Tak ada yang mampu menjadi pendengar terbaikku Tak ada pemerhati diriku Tak ada perlakuan yang sama terhadapku Karena .. Aku bukan seorang penceria Aku juga bukan pengkisah terindah Aku bukan seorang yang terbaik di mata manusia Tak ada siapapun mampu kuharapkan Kukatakan kepada diriku “ Cukup Tau” Saat ini diriku sedang dibimbing untuk ikhlas dan tulus Demi Tuhanku, Allah lah satu satunya harapanku - Inf...
Komentar
Posting Komentar