Apa Susahnya Minta Tolong?
Apa Susahnya Minta Tolong?
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Sebelumnya mimin minta maaf, jika dalam
tulisan ini mengandung unsur menyinggung dan membanggakan beberapa pihak. Tapi
dari lubuk hati terdalam tidak ada niat untuk menyinggung atau membanggakan
pihak manapun, melainkan ingin menciptakan kesadaran bro n sist untuk tidak
sungkan berkabar atau minta tolong jika ada kesulitan. Plis jangan gagal paham
ya..
Bro n sist, pasti udah tau kan kita itu gak
akan kuat hidup sendiri, berjuang sendiri, apalagi masalah sama doi...hihi. Kita
ini dari SD udah familiar kalau kita ini makhluk sosial, butuh orang
lain, apalagi dalam menyelesaikan masalah. Mimin tau ko bro, ente kuat sebagai
cowok, tapi sekuat-kuatnya ente gak akan bisa hidup sendiri, begitupun sist
yang sudah kodratnya emang paling butuh
orang lain dalam setiap permasalahannya.
Bro n sist, mimin mau kasih tau dulu nih kalau
dikampus itu ada yang namanya advokasi yaitu wadah untuk menyampaikan keluh
kesah mahasiswa, pasti udah pada tau kan ya... Nah, bro n sist kalau ada
apa-apa bisa tuh curhat, minta solusi, minjem duit, dan apapun itu seputar
kesulitan dan keluhan saat didunia perkuliahan. mimin mau kasih tau juga kalau
advokasi pasti seneng kalau bro n sist itu berkabar dan minta tolong. Advokasi
sering bilang “malu dan gengsi sama orang lain boleh, tapi jangan sama advokasi.”
tuh dengerin ya...hihi.
Mimin mau cerita juga nih, kasus yang masih
hangat pastinya.. tapi bukan kasus horor yang baru-baru ini ya atau kasus
disertasi yang viral itu ya...hihihi.. ini cerita lebih penting dari itu, dan
kemungkinan kamu menjadi salah satu pemerannya (kayak FTV ya..hihi). Jadi gini,
kemarin itu baru aja selesai pembayaran UKT, sebagian alhamdulillah sudah bayar
tanpa halangan apapun, sebagian lagi alhamdulillah udah mau berkabar dan
sebagian lost atau belum bayaran dan tidak berkabar. Mimin ucapkan terimakasih
nih kepada yang udah segan berkabar dan mau mencari solusi bersama advokasi,
dan kepada yang kesulitan tapi tidak berkabar mimin mau ucapkan permintaan maaf
karena belum bisa membantu.. tapi mimin mau tahu penyebab bro n sist tidak mau
berkabar itu kenapa? Meskipun advokasi memang tidak bisa bantu banyak tapi
mereka peduli, dan khawatir dengan keadaan bro sist. Karena secara tidak langsung
bro sist itu adalah bagian dari amanah advokasi.
Bro, ente boleh gak menganggap advokasi ada,
sist boleh kesel karena sering dikirim pesan yang mengganggu, mereka sering
bawel nanya terus, apalagi saat memasuki masa pembayaran UKT. Tapi jika ada
masalah yang berkelanjutan orang yang pertama yang dicari itu advokasi,
sedangkan banyak nih yang gak peduli dengan seruan advokasi, dikirim pesan
hanya dibaca aja..huhu. pasti bro n sist juga tau gimana rasanya di read
doang sama doi..hihi. itu salah satu hambatan terbesar advokasi, sebab mereka
hanya manusia biasa yang hanya punya dua mata, dua telinga, dua tangan, sama
seperti kita semua, mereka gak akan langsung tahu masalah bro n sist kalau gak
berkabar.. begitu hehe.
Mimin tau, pasti bro n sist gak mau bebanin
advokasi kan? Mungkin niatnya baik sih, tapi mimin kasih tau nih kalau persepsi
itu malah yang jadi kekhawatiran mereka. Misalnya masalah ukt aja, biasanya pas
jauh-jauh hari itu pasti semuanya gak peduli dengan seruan-seruan advokasi, nah
pas mendekati masa penutupan baru berkabar, duh itu bikin panik mereka bro
sist, karena proses pelayanannya tidak mudah, perlu bolak-balik fakultas,
menghubungi orang-orang, belum lagi kalau sistemnya lemot.. pokonya mimin
saranin berkabar dari jauh-jauh hari ya, jangan mikir bakal bebanin advokasi,
karena emang udah tugasnya. Advokasi ada karena bro n sist juga yang udah mau
kontribusi dalam program advokasi, udah mau ikhlas kasih uang buat dana PIDI
tiap bulannya, udah mau ikut ABAD (Arisan Bareng Advokasi), dan masih banyak
lagi kontribusi lainnya yang tidak bisa mimin sebutin saking banyaknya. Jadi,
kenapa masih malu untuk minta tolong, bro n sist berhak menikmati apa yang
seharusnya didapatkan. So, mulai sekarang jangaan diem-diem bae kalau ada
kesulitan selama kuliah.
”Percayalah tanpa tolong
menolong seribu kebijakan dan pembangunan akan tetap jadi kata saja, tanpa
tolong menolong kemakmuran akan jadi kiasan saja, marilah kita cari dan tanam
kembali, yuk minta tolong, yuk tolong.”(Jendela Sastra)
Kayaknya mimin capek nih..hihi mungkin itu aja
yang mau mimin sampaikan, semoga setelah baca tulisan ini bro n sist paham ya
dan tidak menimbulkan efek-efek negatif. Jangan ada malu dan gengsi diantara
kita semua, mimin juga ga malu minjem duit daripada gak bisa lanjut kuliah..hihi.
mimin cukupkan disini deh sampai ketemu ditulisan berikutnya yaaaa...
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar