Postingan

Jangan pandang

Jangan pandang Sedikitpun Ia hanya sosok bayang Cintanya embun Sejuk memang, Namun hanya dikala pagi Belum tentu kutemuinya Dikala terik mentari Ah, sial. Aku benci jadi bodoh Aku benci jadi rindu Sendiri. Setiap hari. Menunggunya menyapa. Menunggu dan tak datang sapanya. Malu, parah. Rasa itu fatamorgana Terlalu ilusi. Terlalu khayal. Karena ku tahu Diriku cuma Tempat singgah Satu dari banyak. Yang pernah Ia kunjungi Entah kapan kembali Entah mungkin gugur atau berbunga Entah yang mana. 23 Mei 08.50 -P. F.

Ah. Hati sial.

Ah. Hati sial. Atau Kau yang sial? Atau Aku yang sial? Entah. Aku tak paham Soal bagaimana semesta membungkam Soal dunia merajam Tentang rasa di ujung senja Cerita usang di balik ruang kata Tenggelam. Gelap, rapat tertutup kenyataan. Gugur. Selesai. Sakit mungkin sampai terlalu parah Sampai tak terasa sakit. Biar. Biar cerita di ujung senja Diam dibalik coretan Tak dikenal Namun abadi. Ah, sial. -P. F.

Ramadhan ku Indah, Seindah Ramadhanmu, kah?

Ramadhanku Indah, Seindah Ramadhanmu, kah ? Oleh : Jauzaa Ronna Augustine Bulan suci Ramadhan kini telah kita rasakan bersama. Bulan yang selalu dinantikan oleh kaum muslimin di penjuru dunia, karena begitu banyak keberkahan yang Allah lipat gandakan di setiap detiknya. Bulan yang selalu dijadikan momen untuk saling mengasihi dan menyayangi. Bulan yang selalu menjadi alasan untuk berkumpul bersama keluarga tercinta. Ah, indah sekali   bukan? Namun, lamunanku tentang indahnya Ramadhan tiba-tiba terhenti. Terlintas sejenak, tentang Saudaraku yang saat ini tengah direbut kebahagiaannya. Saudaraku yang saat ini terancam keselamatannya, Saudaraku yang saat ini tengah didzalimi oleh kaum kafir karena mempertahankan tanah suci yang sangat berarti bagi seluruh kaum muslim di dunia . Apa kabarmu, Wahai Saudaraku? Ya, kalian , Wahai Saudaraku yang saat ini sedang berjuang di Palestina.   Palestina, negeri yang dahulu penuh dengan kedamaian. Umat Muslim, Kristen, dan...

GADGET MEMBANTU DAKWAH ISLAM?

GADGET MEMBANTU DAKWAH ISLAM? Oleh : Nur Aulia Afriyanti Seperti yang sudah kita ketahui belakangan ini, gadget merupakan alat yang selalu dibawa dan harus ada di tangan setiap orang. Pergi ke sekolah, ke kampus, ke pasar membawa gadget, bahkan ke masjid pun gadget dibawa. Banyak orang bilang generasi sekarang adalah generasi menduduk. Menduduk bukan dalam artian karena ghodul bashor alias menundukkan pandangan, melainkan karena asyik memainkan gadgetnya di setiap waktu dan setiap saat. Rasanya tidak mau ketinggalan informasi yang ada di gadgetnya. Lalu, sebenarnya apa sih fungsi dari gadget, sampai — sampai setiap orang hampir sibuk setiap harinya dengan gadgetnya? Fungsi gadget sendiri adalah untuk memperlancar komunikasi, mengakses informasi lebih mudah, wawasan semakin bertambah, hiburan, dan menjadi gaya hidup bagi pengguna gadget. Lalu, benarkah itu semua fungsi dari gadget? Gadget memang memperlancar komunikasi, tetapi kadang kala gadget justru menghambat komunikasi...

Dagelan Kampus Intelektual: Apa Kabar Duhai Pemimpinku?

"Dagelan Kampus Intelektual: Apa Kabar Duhai Pemimpinku ?" Oleh: Remy Hastian Malam sunyi yang dibalut kehangatan, rembulan hari ini tak datang menghampiri. Tikus-tikus itu berdendang membawa makanan basi tak terurus di rongga-rongga pojok jalan. Tatkala kejora pun juga mengumpat, malu terhadap bumi karena takut berbuat dzholim tak mampu menyinari setiap insan meminta. Rembulan pun sama. Mungkinkah ini alasan engkau tidak keluar pada malam ini? Wahai 'Rembulan' yang ku hormati, diri ini sedang menikmati syahdunya malam, sejuknya alam, di pojok bangunan yang tak berujung, di pengkolan jalan penentu nasib para kaum abangan. Bolehkah ku bercerita sedikit untuk memulai pergantian hari menyingsing pagi-- tanda bergantinya hari? Pemimpin di kampus ku, kini telah tiada. Dahulu, saat ku memperjuangkan kebenaran, meneriakkan kedzholiman, dan memberikan secarik pencerdasan kepada khalayak umum yang meminta keadilan harus ditegakkan. Walau, sebagian dari mereka hanya...